Green Canyon - Citumang

Awal September kemarin saya dan kawan-kawan dengan mendadak memutuskan untuk berlibur.
Berlibur kemana saja.
Saya merasa otak saya tersedak.
Ya kamu pasti akan bertanya kenapa.
Itu karena... mmmm ya itu karena penulisan skripsi saya yang tak kunjung selesai.
Case closed untuk itu, saya ndak mau mood bercerita tentang liburan jadi meloyo.

Minggu pertama arus balik lebaran, saya dan kawan-kawan langsung menyerbu Pangandaran.
Awalnya rombongan ada 8 orang. Tapi karena penentuan hari yang mendadak, anggota rombongan pun terus..terus.. dan terus berganti, ganti..ganti.. dan ganti.
Sampai akhirnya senin pagi tanggal 5 September, kami berkumpul ditempat seperti biasanya berjanjian dan bertelatan: mcd pajajaran. Janjiannya sih jam 9 (waktu setempat). 
Akhirnya total fix rombongan kami: 7 orang. apit, ryan, yan, fajar, dewi, cei dan saya.
Tunggu punya tunggu kami meluncur dari meeting point jam 10.00 diikuti meeting point selanjutnya di gerbang tol Cibinong untuk menjemput fajar yang dideteksi baru bangun.
Lalu siaplah kami menuju Pangandaran.

Bismillahirahmanirrahim............

Infotaiment belum selesai membahas kecelakaan Syaiful Jamil di Tol Cipularang, dan itu pula yang tak kunjung beres kami bicarakan selama perjalanan. Entah memang ingin membahas atau menghindari rasa takut saat melewati KM90-KM100. 
Mulai dari syaiful, karaoke tralala trilili, menggunjing teman-teman kami yang gak jadi ikut karena takut kejebak macet, sampai membahas nostalgia masa putih abu, baterai kami rasanya gak habis-habis. Nyala terus. Terutama yan yang gak pernah habis bikin mobil goyang-goyang gimana gitu. Haha!

Perjalanan gak seperti yang rombongan-gak-jadi-ikut takutkan. Macet.
Alhamdulillah kami lancar-lancar saja selama perjalan dan gak merasakan macet, walau sempat ada 1 titik kami diam dan lalu lintas gak jalan sama sekali, bahkan sampai lalu lintas itu kembali lancar, dan sampai saat ini pun kami gak tau itu kenapa bisa stuck.
Jam tiba di Pangandaran -menurut pengukuran GPS yang bawel bantu perjalanan kami- terus nambah, dari jam 17.00 terus terus terus dan terus sampai akhirnya jam 20.30 kami baru masuk gerbang Pangandaran.
Terlihat lama kah perjalanan kami?
Kami benar-benar santai gak mengejar waktu dan banyak mampirnya selama perjalanan menuju Pangandaran.
Apit yang terus dicerocosi oleh Dewi untuk bawa mobil dan santai gak kebut-kebutan pun tumben nurut, jadi dia gak bawa kebut-kebutan seperti biasanya.

Beberapa kilometer menuju Pangandaran, kami sepakat untuk gak langsung menuju Green Canyon karena sudah terlalu malam dan masih buta sama daerah penginapan disana.
Selain itu, dewi terus dihubungi oleh keluarganya yang membantu kami mencari penginapan karena khawatir kami gak dapat penginapan.

' oh udah yah.. Puri Asri? Belakang Hotel Century? oke terima kasih pak '
-klik.

Oke ini liburan, kita hedon dan backpaker bermobil itu = wacana. nikmatin ajalah.

Sebenernya dari gerbang Pangandaran penginapannya itu deket, karena dibawa muter-muter sama GPS jadi kita cukup mengira itu jauh. 
Sesampainya di penginapan yang sudah dipesan, kamar yang kami dapatkan terbilang bersih dan bagus, juga murah. Kami dipesankan 2 kamar, satu untuk rombongan lelaki dan satu lagi untuk rombongan perempuan.
Sebentar saja kami taruh barang dan rebahan dalam hitungan menit lalu pergi keluar cari makan yang terkesan kontroversial.

' kita jalan aja sih ' dewi
' jauh wi.. ' apit
' udah kita nikmatin aja..jalan malem-malem. namanya juga liburan ' yan

-udah jalan lumayan jauh.

' wah iya yah jauh '  yan
' iya yah jauh banget ' dewi
' apa kata gue juga ' apit

dan ya apit merasa menang dan kita balik lagi ke penginapan ambil mobil untuk pergi cari makan malam.

makan malam kontroversial

Ternyata kontroversial jalan kaki atau naik mobil tadi gak selesai sampai situ. Pilihan tempat makan pun selalu jadi hal yang kontroversial. Gak akan panjang-panjang saya ceritain, kamu udah pasti bisa bayangin deh ya kejadian pilih tempat makan bareng temen-temen kamu dan semua bilang 'terserah'.

Akhirnya kita makan di warung sunda, menunya pecel ayam PAKET HEMAT.

Makan..makan..makan..makan dan makan.

' ayamnya belum mateng ' apit
' timunnya busuk ' fajar
' sayur asemnya dingin ' saya

kami semua tertipu.
Intinya: kata paket hemat memang menyenangkan saat kamu pergi jauh dan itu hanya bersama teman-temanmu, tapi berhati-hatilah. Kejadian-kejadian seperti itu selalu membuat saya semakin yakin bahwa harga memang gak selamanya menentukan rasa, tapi terkadang harga bisa menjadi jaminan dari kualitas dan mutu produk.
Kami sempat berfikir, mungkin warung yang sempat kita lihat ramai pada saat masuk itu menggunakan pemeran bayaran untuk menciptakan kesan ramai dan saat pengunjung datang mereka dibayar untuk segera pergi.
Tugas selesai.
Oke becanda untuk bagian itu.

Selesai makan kami sepakat untuk segera istirahat dan gak muter-muter kemana-mana lagi selain kasur. Kami menyediakan tenaga untuk menuju Green Canyon dan wilayah sekitarnya besok pagi.



Selasa pagi, 6 September.
Hujan.

baru beres nguap
Kami gak kebagian sunrise. Kami cuma jalan-jalan sebentar aja di pantai, foto-foto layaknya anak muda. hmmmm hahaha
Kami merasa bukan seperti itu waktu yang cocok untuk diisi.
Tanpa fikir panjang kami langsung mempersiapkan diri untuk segera menuju Green Canyon saja supaya gak semakin siang dan semakin ramai.
Perjalanan menuju Green Canyon gak seramai kemarin, dan semangat gak begitu membara.
Kamu tau kenapa?
Kami belum sarapan dan sangat sulit mencari makanan di sepanjang jalan menuju Green Canyon.
Sampai di sebuah persimpangan tulisan BUBUR sangat menggugah dan dengan sarapan bubur kami mengisi tenaga untuk berseluncur di Green Canyon.

Hal yang perlu kamu ketahui saat sampai di Green Canyon adalah semua orang akan mencalonkan dirinya sebagai perpanjangan tangan dari pengurus wisata GC dimana penawaran harga mereka cukup tinggi-tinggi.
Jadi cukup siapkan kata-kata penolakan yang handal tapi tetap sopan, karena biar bagaimanapun disana kita tetap pengunjung yang harus lebih menghormati warga setempat.
Mulai dari tukang parkir, tukang sate, tukang perahu, pegawai wisata GC (pasti) semua berlomba untuk memenangkan tender mereka supaya pengujung memilih salah satu dari mereka.

layaknya turis (memang, bukan?)

GC menyediakan perahu dari gerbang sampai menuju track air terjunnya.
Perahu yang ditawarkan 75rb /perahu yang cukup untuk menampung 5 orang.
Karena total rombongan kami 7 orang, jadi gak bisa untuk menyewa 1 perahu dan ndak bisa menyatukan satu perahu untuk 7 orang. Peraturan cukup ketat untuk jumlah muatan perahu di GC.
Saya fikir ini bagus karna adanya pemerataan penghasilan sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat lokal untuk wisata daerahnya, jadi selain berwisata kita ikut bantu memajukan daerah itu juga.
Manajemen wisata yang baik!


Oke balik lagi.
Perjalanan dari gerbang GC sampai track air terjunnya sekitar 30 menit, jadi nikmati saja air-air dan pohon dipinggir sungai yang seru untuk direkam baik-baik di memori kamu.



anggap ini bagian dari pemandangan juga


Untuk bisa nyebur, nyebur itu bahasa guide kami yang artinya masuk dan menyelusuri track air terjun, kami dikenakan biaya tambahan 200rb dengan perjanjian melebihi batas waktu 1 jam penelusuran, maka bertambah pula biaya sebesar 50rb /jam nya.
Harga itu kami dapatkan hasil dari keahlian apit dan dewi yang melakukan tawar menawar. cukup mahal sebenarnya karena saat itu sedang dalam masa libur lebaran.
Ketika nyebur, sebaiknya kamu siapkan pocket camdig untuk mempermudah dalam mendokumentasikan kegiatan disana.

Wahana air yang disajikan cukup buat kami 'berlibur'. Kami sangat menikmati body rafting yang melawan arus ditambah banyaknya candaan saling dorong sehingga kami jadi mengulang track yang capek juga bolak balik terus gak sampai-sampai air terjunnya.
Sayangnya kami gak bisa benar-benar sampai ke air terjunnya, dengan alasan untuk mencapai air terjun kami harus membayar paket lagi menjadi paket full body rafting seharga 800rb untuk 4 orang. Ya mungkin ini alasan dari ramainya libur lebaran saat itu.

Kami gak mudah terhasut. Masih ada satu daerah yang akan kami kunjungi dengan biaya body rafting yang lebih murah. Kami memutuskan kembali ke kapal dan menyudahi kunjungan di Green Canyon.
Kembali ke kapal gak secapek body rafting perjalanan awal tadi karena kita cukup mengikuti aliran arusnya. Tapi yang buat capek yah karena kami cuma sarapan bubur ayam, jadi kami cuma teriak-teriak menyemangati gak jelas 'dengan kekuatan bubur ayam, kami akan segera sampai'.

ini kami nahan arus banget, gak lama selesai difoto pun kelempar arusnya

banyak bercanda,sedikit berenang

Sekali lagi pilihan makanan di Green Canyon gak terlalu banyak dan menyenangkan untuk kamu yang suka cari kuliner saat wisata.
Seadanya.

Selesai makan kami segera menuju sebuah daerah wisata air lainnya, CITUMANG.
Kami sempat sulit cari keberadaan daerahnya, karena kami hanya mengandalkan informasi dari google saja tanpa ada yang pernah ke kawasan itu sebelumnya.
Untuk menuju citumang dari Green Canyon, perjalanan mengarah kembali ke Pangandaran. Patokan perjalanannya yaitu daerah wisata Batu Hiu.
Kalau dari arah GC, untuk masuk Citumang belokannya ada di sebelah kiri dan ada plang penunjuknya, tapi gak sebesar yang kamu harapkan. Pokoknya patokannya Batu Hiu dan kalau masih bingung juga tanya orang sekitar aja. Hehe.
Letak dari Batu Hiu dan Citumang saling bersebrangan.
Masuk ke wahana airnya cukup dalam dan banyak pungutan liar dari warga setempat yang jumlahnya sekitar 3 palang yang masing-masing diminta 2rb /palang dan yang terakhir 5rb.

saya dan fajar di basecamp pengurus wisata Citumang

Biaya masuk Citumang 5rb /orang, 10rb /pelampung dan biaya guide yang dibebaskan biayanya dari pengurus Citumang alias tidak ada patokan, bebas untuk pengunjung mau kasih berapa.
Kami memberikan 100rb untuk 2 guide karena memang disediakan 2 guide untuk masing-masing rombongan pengunjung.

'seikhlasnya aja neng.. neng suka, yah kita juga suka, semakin di promosiin..'

Hal-hal semacam ini yang kami suka, gak seperti ditodong. Prinsip saya suka, kamu ikut suka.
Kami ditemani oleh 2 guide yang masih muda-muda. Namanya Deva dan Bolang.
Mereka seharusnya sekolah, tapi gak punya dana. Jawaban singkat yang nampar saya.
Pengalamannya banyak dan hebat untuk anak seumur itu.
Deva isengnya luar biasa, beberapa kali saya dikagetkan. Untuk orang kagetan dan penakut macam saya, jebakan betmen banget.
Walau sempat beberapa kali Deva menghilang sebagai guide, sistem kerja Deva sebagai guide muda.muda banget malah, profesional menurut saya.

rombongan bersama guide muda banget
Wisata air yang ditawarin di Citumang bikin kami ngiler luar biasa untuk segera ber-body rafting.
Airnya beniiiing banget. Dasarnya jelas keliatan, biru, toska gimana gitu.


Wisata pertamanya kami mengelilingi gua yang menurut saya itu serem dan bagian paling saya takutin waktu body rafting di Citumang.
Bagus sih dari luar, tapi saya gak berani masuk-masuk ke dalem banget kaya rombongan yang lain.
Oia, pertama masuk air widiiihhh dinginnya kaya air kulkas. Tapi seru banget bikin betah.
Selesai dari gua, masing-masing pengunjung diminta loncat dari air terjun mini yang tadi saya bilang airnya bening banget dan dasarnya keliatan toska gimana gitu.
Body rafting dimulai.
selusur..selusur ..selusur..
dan ryan mulai dengan keisengannya tenggelem-tenggelemin orang lain dan narik orang supaya jadi mundur lagi.



saya sebel banget sama ryan!!

Becandaan seperti itu yang sebenernya bikin kita capek duluan sebelum akhirnya menuju track akhir yaitu lintasan tanpa aliran, sedalam 10 meter!
Keahlian berenang dibutuhin banget disini. Saya udah cukup capek karena becandaan tadi itu jadi makin capek.
Gaya bebas, katak,punggung, dada semuaaaa sampe cuma ngapung-ngapung aja. udah deh abis.
Rata-rata rombongan pada cepet-cepet ingin selesai karena ngebayangin dibawah itu ada hal-hal yang gak diinginkan. Tapi di bagian itu seru!aslinya. Di saat capek-capeknya itu ryan sempet banget becandain saya dan membully dan terus bilang saya lelet nan panik karena takut dibawah ada apa-apa.
Terahir nih ya saya bilang, kamu itu SONYA! sok nyaho! (sok tau). Saya bener-bener cape tau yan, saya takut bengek di jalan kan gak lucu.


apit yang doyan banget loncat-loncat
Terakhir untuk menuju basecamp pengurus wisata Citumang, kami diajak Deva untuk ikutin aliran air kecil dimana kami diminta buat formasi untuk saling megang kaki orang dibelakang kami.


asiiikk aaassiikk
Bagian ini penutupan yang gak kalah seru. Sisa tenaga dan tawa puas yang gak habis-habis.
Pokoknya banyak banget kata-kata bagus kalau kamu minta saya cerita lagi tentang Citumang.
Kalau kamu ke Green Canyon utamain juga ke Citumang, kamu gak akan nyesel deh!

Seberesnya kami mandi di tempat yang juga udah disediain, cukup bayar 2rb pakai air sepuasnya. ndak abis abis, sampai terahir saya denger ada mba-mba nanya sama penjaga kamar mandinya

'teh airnya, air apa?'
'air walungan teh'

Saya dan Cei udah beres mandi saling liat-liatan. lemes. pasrah.
walungan itu bahasa sunda yang artinya air kali.
ah tapi air kali aja beninnng bener deh. nikmatin aja.

Kami balik ke penginapan, bersih-bersih ulang. rebahan sebentar dan segera menuju ke pantai untuk kejar sunset.
Kami juga menyewa tandem yang dari kemarin gak sempat-sempat mau sewanya. Awalnya sih mau sewa ATV, tapi ternyata harganya cukup mahal, mmm sangat mahal sih.
Tandem sepasang sadel 10rb /jam. Tandem untuk tripel pasang sadel 25rb /jam. atv? 300rb /jam.

Mengobati sunrise yang gak sempat ketemu, kami ketemu sama sunset tapi gak terlalu lama, tapi cukup bagus sambil santai mengobati betis-betis dan punggung yang pegal dari sisa body raftingnya.
Selepas sunset pulang, kami melanjutkan perjalanan cari makan malam di area pasar untuk cari semacam seafood.
Seafoodnya enak, sambalnya khas dan harganya mumpuni juga, malam itu jadi penutup hari yang memuaskan. Alhamdulillah.....

Gak beres aksi makannya, saya dan yan menemukan tenda penjual sosis bakar.
Saya sangat suka sosis bakar!
Rasanya belum beres makanan diolah, udah masuk lagi sosis bakar.
rasanya? biasa aja sih, tapi yah lumayanlah untuk nemenin gowes aja mah.
oia, sosis bakarnya ada di deket pasar ikan tempat makan seafood tadi.

Sampai penginapan, saya gak ngerti kenapa teman-teman saya gak ada capenya gitu yah.
Fajar bersemangat banget ngomentarin Timnas yang lagi tanding, yan masih aja bercandaan, apit dan cei lanjutin muter-muter pantai, dewi kerokin ryan (kalau itu terpaksa mungkin) dan saya? ya jelaslah saya pilih bantal dan tidur nyenyak sampai tiba-tiba bangun gara-gara yan yang iseng banget. err

Tidur..tidur..tidur..



Hari terakhir,
Ryan setelah subuh pamit untuk pulang duluan menuju ke Purwekerto dan pisah dari rombongan, diantar Apit ke terminal setempat.
Kami menyusul pulang jam 9.00 dengan perjalanan pulang yang sangat dinikmati walau cukup mencekam, karena ada kabar kecelakaan (lagi) di KM93 Tol Cipularang.
Sampai akhirnya alhamdulillah kami sampai di Bogor cukup cepat dan lancar sekali, jam 17.30.

Alhamdulillah untuk perjalanan kali ini simpan cerita cukup banyak.
Saya sangat suka traveling dan dengan keadaan terlahir di keluarga yang sangat suka traveling juga, saya sedikit banyak terlatih untuk camping dan bermain-main mengenal kota lain sejak kecil.
Tapi perjalanan Green Canyon dan Citumang ini bisa dikatakan pertama kalinya saya pergi bersama teman-teman secara independen. Bukan acara camping dari sekolah atau jambore, tapi acara sendiri dan rencana sendiri. Jadi biar udah biasa traveling, ini perjalanan terlama bersama teman-teman saya dan masuk ke dalam  kategori traveling menyenangkaaaaan.

Selain itu,selama perjalanan di daerah Pangandaran dan cari-mencari daerah wisata, saya cukup banyak mencari artikel sehubungan daerah-daerah wisata di sekitar lokasi. Perjalanan saya dan teman-teman cukup terbantu dengan adanya resume kawan-kawan dari blogger lain. Meski saya belum terlalu ahli untuk buat resume tentang perjalanan, tapi dari berbagai blog yang amat sangat membantu itu, semoga tulisan ini membantu kamu yang punya rencana pergi ke Green Canyon atau Citumang.
Yah kan paling gak isi blog ini nambah tentang traveling juga :b
Atau kalau kamu ingin tahu tempat lainnya dan cerita backpacker seru lainnya, kunjungi elaborating imaginations , sebuah blog tulisan sahabat saya -Annisa Utami Seminar- yang bikin kalian ngiler bertravel atau backpackeran.

Selamat malam..
Selamat berlibur :)