menyek

saya punya arti sendiri dalam mendefinisikan istilah menyek ini.
buat saya sesuatu yang manja, terlalu ribet, jaim itu saya masukan dalam identifikasi menyek.
menurut saya, saya sih gak tergabung di dalam perhimpunan si menyek itu yah. tapi gak bisa bilang gak juga kalau ternyata orang malah definisiin saya sebagai orang yang menyek-menyek.

kemarin dalam sebuah perjalanan bersama teman saya, nadia naomi, saya gak ingin waktu menunggu saya hanya untuk bengong atau tidur. saya mau beli bacaan. ya kalau lagi bener, bener juga kali yah otaknya memilih baca dibanding tidur :p
karna yang ada saat itu tukang majalah, saya beli majalah. saya gak pilih koran. menurut saya terlalu banyak unsur politik yang diberitakan yang setiap hari isinya cuma berbeda sedikit sama hari kemarin. dan karna kemarin sudah beli koran, saya fikir isinya masih gak jauh beda untuk berita hari ini.

majalah wanita dewasa yang saya pilih. majalah ini bagus artikelnya, gak melulu berisi tentang fashion, kehidupan hedonisme atau kehidupan lelajangan yang vulgar. jadi aman untuk dikonsumsi.
kenapa saya gak pilih majalah remaja yang biasa saya ambil?
jawabannya singkat. sekarang akhir bulan dan majalah itu sudah hatam dari awal bulan kemarin dan seperti biasanya saya diakhir bulan pasti memilih majalah si wanita dewasa ini.
ya, saya memang gak pernah bisa bersikap selayaknya wanita-wanita seumuran saya. tapi ini saya.

well, kembali sama majalah wanita dewasa itu dan hubungannya dengan si menyek.
baca.. baca.. baca..
saya menemukan artikel dari christo putra. drummer dari dear nancy ini rupanya lagi di wawancara tentang wanita. dan ketika saya baca entah kenapa saya sepikiran banget sama dia.
intinya dari apa yang uta bilang dia amat tidak mengharapkan pasangan cewek menyek.
dan dari beberapa blog yang dulu dia sempat bilang:
"ketika kamu memilih berpasangan, biarkan dia tahu kamu tak perlu merubah diri kamu untuk jadi orang lain agar dia bahagia, biarkan dia dan kamu masing-masing menjadi apa adanya"

setuju!
setuju!
setuju!

cinta emang buta. bikin mata hati orang yang kejebak jadi blur. bikin orang jadi bego. banyak sindrom cengar-cengir yang lebih dominan dibanding rasionalitas.
itu iya banget!
saya suka sama drummer saya harus bisa main drum.
saya suka sama atlit sepeda saya harus punya sepeda.
saya suka sama pesulap saya harus kenalan sama limbad.
?????
huft.

dalam takaran wajar saya, mungkin akan wajar kalau kita cukup tau dengan dunianya tapi bukan berarti harus bener-bener nyemplung dalemnya banget-banget.biasa aja. harus suka apa yang dia suka. harus harus harus dan segala keharusan lain hanya demi orang lain. menyek!
tetep jadi diri sendiri dan jadikan itu modal diri, justru semakin beda semakin banyak informasi yang didapat. yah meski, saya gak munafik dari keberbedaaan tetep ngarep ada satu topik yang bisa sama sebagai penyambungnya.

beberapa kali saya sempat cukup dekat dengan beberapa lawan jenis, tapi bukan itu jawabannya.
saya cari partner, bukan pasangan. 
menurut saya, pasangan itu hanyalah bonusnya.
ketika yang subjek utamanya pasangan, maka jadinya cuma hal yang beda-beda dipaksakan menjadi satu. 
tapi, kalau partner, saya cocok kamu cocok, hasilnya kita cocok. kita berkawan, kamu isi saya isi. saling menambahkan, bukan menambalkan. happily ever after. amin

balik ke isi artikel.
uta bilang, dia gak suka mengisi waktu sama 'partner' nya itu hanya dengan pergi ke mall, nonton, makan dan melakukan kegiatan yang typically.
sekali lagi saya setuju banget sama uta!
hal kaya gitu pasti akan dilakukan, tapi ada banyak tempat yang bisa dikunjungi untuk bersukaria mengisi waktu yang lebih dari sekedar menghasilkan cerita.
bisa memilih sesuatu diluar dari yang biasa. nilai plus!
saya suka gatel sendiri sama sesuatu yang biasa-biasa aja. saya udah biasa jadi manusia yang terlalu biasa, tapi saya coba buat pilihan saya jadi beda dari yang biasa, bukan berarti luar biasa. inga inga segala sesuatu yang luar biasa itu gak baik. ting!
jadi yang baik adalah punya partner yang bisa diajak memilih sesuatu yang beda dari biasanya :p

pada akhirnya, saya suka sama pemikiran laki-laki macam uta begitu.
kalau saya boleh minta, saya mau yang seperti itu ya Allah.. yang punya pikiran panjang dan gak ribet apalagi menyek. amin
bukan untuk sekarang, saya gak mau itu ketemu terburu-buru dan cuma jadi penambah cerita. saya mau yang sesuai untuk jadi yang pertama di serial terbaru. hahaha

oia, menyek itu sendiri lebih dari sekedar apa yang saya definisiin juga sih, susah untuk dijelasin sejembreng-jembrengnya.
pernah kan kamu buat kata-kata yang terkadang hanya kamu yang bisa definisiin itu dan ketika kamu cerita sama orang, kamu bilang 'ya gitu deh pokonya' dan orang itu udah langsung paham dan nangkep sama apa yang dijelasin dari arti katanya.
nah, itu sama kaya arti kata menyek yang saya buat ini.


ps: itu pendapat saya loh, saya dan kamu kan beda, jadi bisa juga pendapat kita beda. kalau sama markitos.mari kita tos!